Jumat, 05 September 2014

Tips Memilih Jenis Usaha Sampingan Yang Menguntungkan

0 komentar
Jenis usaha sampingan yang ada di sekitar kita tak terhitung banyaknya. Kita disodorkan oleh banyak nya peluang usaha yang karena saking banyaknya sehingga kita bingung harus memilih jenis bisnis sampingan yang seperti apa yang harus kita pilih. Ingat !!!
Kesalahan dalam memilih bisnis sampingan merupakan kegagalan awal anda yang akan menyebabkan akhir yang buruk dari usaha sampingan anda.
Kebanyakan orang, memilih usaha sampingan hanya didasarkan kepada iming - iming untung besar. Ketika kita mendengar bahwa bisnis online itu menguntungkan, kita masuk usaha online, baru sebentar, karena belum hasil, kita mendengar lagi bahwa investasi forex akan menjadikan kita kaya, kita beralih bisnis forex dan seterusnya.

Peristiwa di atas pasti sudah banyak di alami oleh para pemula, bergonta - ganti keinginan, alih - alih ingin mencari yang terbaik justru menjadikan kita tidak akan mendapatkan yang terbaik. Misalkan anda mencari pasangan yang terbaik, anda pilih - pilih, sudah menjalani hubungan, karena ada satu kelemahan, anda mencoba mencari yang lain. Dan sampai kapanpun, anda tidak akan mendapatkan yang sempurna. 

Mari kita baca kata bijak dari guru besar saya, Mario Teguh :
Bukan banyaknya keinginan yang akan menghebatkan Anda, tapi besarnya kesungguhan di dalam satu keinginan yang jelas. 
Fokuslah pada satu keinginan yang pencapaiannya memungkinkan pencapaian dari banyak keinginan.  

Ketika anda sudah menentukan pada satu pilihan bisnis, maka fokuslah. Perusahaan - perusahaan besar yang kini memiliki banyak jenis usaha, awalnya memfokuskan diri kepada satu jenis usaha. Ketika sudah memiliki pondasi yang kuat, baru kemudian membuka jenis usaha lain. 

Lalu, intinya bagaimana memilih usaha sampingan yang terbaik untuk kita?
Sabar - sabar, berikut ini akan saya terangkan bagaimana memilih bisnis sampingan yang baik untuk anda. 

1. Apa kelebihan anda? manfaatkan!
Mari kita mengenal diri kita sendiri. Cobalah anda perhatikan diri anda, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kemudian, coba anda perhatikan, anda teliti dan anda rasakan, Apa keahlian saya? kemampuan paling menonjol apakah yang saya miliki? coba anda tuliskan di suatu kertas. Apakah anda akan menulis :

  • Saya ahli di bidang komputer
  • Saya bisa bahasa inggris
  • saya punya keyakinan
  • saya punya keberanian
  • Saya cantik
coba anda perhatikan sekali lagi, dari sekian banyak kemampuan anda. Telitilah, pikirkan secara matang. Kemudian coba anda menuliskan peluang usaha yang mungkin bagi anda sesuai dari kelebihan anda :
  • Karena saya ahli komputer, saya ingin membuka, warnet, servis komputer atau rental komputer
  • saya bisa juga jadi guru les komputer
  • bisa juga guru les bahasa inggris dst.
Sekarang tinggalkan sejenak, jangan anda pikirkan benar salahnya dulu,

2. Apa kelemahan anda?
Mengenal kekurangan diri merupakan kelebihan diri untuk tidak melakukan kesalahan. Sama seperti point pertama, cobalah anda buat list kelemahan anda misalkan :
  • Saya tidak ahli dalam berbicara
  • saya tidak pintar menyampaikan kepada orang lain secara jelas dan memahamkannya
Dari daftar kelemahan anda, tentukan bidang jenis usaha sampingan yang akan sulit anda kuasai.
  • Menjadi guru bahasa inggris, sepertinya sulit
Pilihan yang mungkin bagi saya berdasarkan kelebihan dan kekurangan saya adalah :
  • guru les komputer ( karena lebih banyak praktik daripada berbicara )
  • Service komputer 
Tinggalkan sejenak daftar diatas, masuk ke point ketiga yaitu :
3. Seberapa besar peluang nya?
Belajarlah menganalisa peluang pasar dari daftar bisnis anda sesuai dengan pertimbangan kelebihan dan kekurangan anda. Dari daftar diatas,  anda memilih bisnis sebagai guru les komputer dan service komputer, coba anda cek kepada kebutuhan pasar, bagaimana caranya. Ingat patokannnya :
  • Apakah sudah banyak saingan?
  • Apakah banyak yang membutuhkan?
Rahasianya, cobalah anda menjadi " satu - satunya ", " Yang pertama " ," Yang Paling Beda "  atau " yang Di utamakan ", jadikan produk anda menjadi salah satu dari 4 terms diatas.

4. Analisa ancaman, sangat penting.
Setelah anda menganalisis peluang bisnisnya, berapa besar peluang keberhasilannya, perlu juga anda menganalisa ancaman atau resiko yang bisa saja terjadi. Bisa jadi ancamannya adalah kuatnya persaingan, belum banyaknya orang yang butuh ide bisnis anda dst. 

Memahami 4 hal diatas, Kelebihan, Kekurangan, Peluang dan ancaman adalah hal dasar dalam menentukan jenis bisnis usaha sampingan bahkan termasuk juga dalam menentukan suatu keputusan bisnis yang krusial. Dalam bisnis, 4 hal diatas di sebut dengan analisa SWOT ( strengths, Weakness, Opportunities, Threats ). Swot sendiri merupakan metode perencanaan bisnis dalam menganalisa  kekuatan anda (strengths), kelemahan anda (weaknesses), peluang anda (opportunities), dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar diri anda (threats) dalam suatu penentuan spekulasi bisnis.

Jangan sampai anda memilih usaha sampingan yang tidak sesuai dengan kelebihan atau kesukaan anda, melakukan hal - hal yang tidak anda tahu akan menghabiskan banyak tenaga dan waktu serta memboroskan uang anda.

jangan sampai anda memilih usaha sampingan dari usaha yang anda tidak mampu karena di situlah letak kelemaahan anda. Anda akan berpeluang meraih kegagalan gemilang.

Lihatlah seberapa peluang anda, bisa jadi peluang karena anda sudah cukup ahli, peluang karena anda sudah cukup di kenal atau peluang pasar yang memang masih sangat membutuhkan ide usaha sampingan anda. Jangan sampai anda memilih bisnis yang tidak dibutuhkan oleh masyarakat atau memang belum waktunya anda memilih bisnis tersebut.

Lihat pula kepada saingan anda, ancaman - ancaman anda baik ancaman dari kompetitor anda maupun dari produk hukum dan adat istiadat daerah setempat.

Jika anda bisa menerapkan ke empat prinsip diatas, Kemungkinan besar anda akan mendapatkan usaha sampingan yang tepat dan aman bagi anda. Dan yang tak kalah pentingnya adalah do, do, do, lakukan, lakukan, lakukan.

Semoga artikel Tips Memilih Jenis Usaha Sampingan Yang Menguntungkan. Dapatkan banyak artikel bisnis lainnya baik tentang bisnis rumahan atau usaha rumahan di blog ini.


Read more ►

Selasa, 19 November 2013

Mengapa memilih Syaikh Al Albaani Bag 2

0 komentar

the_way_of_the_salaf

Subject: Mengapa memilih Syaikh Al Albaani (2)

Mengapa memilih Syaikh Al Albaani??

b. Mengapa Kami Mengikuti Syaikh Nashiruddin dan tidak Mengikuti Imam-Imam Terdahulu???

Perkataan Syaikh Muhammad ‘Ied Abbaasi

Mungkin ada yang berkata:Kami akui Syaikh Nashiruddin adalah seorang alim muhaddits, namun yang jelas ilmu dan kedudukan beliau masih dibawah para imam mujtahid. Oleh sebab itu kalian tidak boleh meningglakan ijtihad para imam mujtahid dan mengambil ijtihad beliau!! Dan juga tidak boleh membantah dan menyalahkan imam mujtahid terdahulu!!!

Jawabnya:

Memang benar ilmu dan kedudukan beliau masih dibawah para imam mujatahid terdahulu. Beliau sendiri tidak mengaku seperti itu dan kami juga tidak menganggap beliau lebih alim dan lebih tinggi derajatnya daripada mereka. Akan tetapi tidak benar bila seseorang tidak dibolehkan mengoreksi orang yang lebih tinggi kedudukannya daripadanya atau menyelisihi dalam beberapa permasalahan. Barangsiapa mengatakan demikian hendaklah ia mendatangkan dalil !!!

Seorang penuntut ilmu pemula kadang kala dapat menemukan kesalahan dan kekeliruan ulama besar, karena tidak ada seorangpun yang terlepas dari kesalahan dan kekeliruan. Dan kita tidak boleh diam dari menjelaskan kebenaran. Kadang kala ada anak kecil yang menegur kesalahanmu, sementara engkau adalah orang dewasa. Dari dulu sampai sekarang para penuntut ilmu dan para peneliti terus memberika koreksi atas kitab-kitab ulama terdahulu. Bukanlah masalah bila ilmu dan pemahaman mereka jauh dibawah para ulama tersebut.

Sungguh tepat pernyataan Ustadz Ali Ath-Thanthawi ketika memberi kata pengantar koreksiannya atas kitab Shaidul Khathir (I/7): ”Aku mengoreksi kitab ini dengan menjelaskan kebenaran yang kuketahui. Meski sebenarnya aku tidak pantas menjadi murid dari murid beliau, betapa jauh kedudukanku bila dibandingkan dengan Ibnul Jauzi? Akan tetapi merupakan kewajiban apabila seorang anak mengetahui kebenaran dalam sebuah masalah ia berhak mengoreksi seorang syaikhul Islam sekalipun.”

Ilmu bukanlah monopoli bagi pihak-pihak tertentu saja, ilmu tidak terhalang bagi siapapun. Barangsiapa bersungguh-sungguh ia pasti mendapatkannya. Siapa yang istiqomah menempuh jalur ia pasti sampai.

Kemudian juga kondisi umum munculnya fiqh dan ahli fiqh, tidak memungkinkan bagi para imam untuk mengetahui kebenaran dalam setiap permasalahan. Karena mayoritas mereka muncul antara tahun 80H hingga 240H.Sementara hadits-hadits nabawi baru dikumpulkan setelah itu. Meski sebagian dari para imam tersebut ada yang turut menyalin hadits-hadits nabawi –bukan seluruhnya seperti yang diklaim oleh Al Buuthi dihalaman 58 dalam bukunya- , misalnya Abu Hanifah tidak turut serta dalam menyalin hadits.Pada saat itu penyalinan hadits masih sangat terbatas dan kurang. Lalu datanglah para ulama hadits seperti Al Bukhari, Muslim, Abu Daud, At Tirmidzi, ibnu Majah, Ad-Daarimi, Ibnu Hibban, al Hakim, Ibnu Khuzaimah, Abu Ya’la, Ad Daruquthni, Al Baihaqi, Ath Thobari, dan Al Bazzar. Para ulama hadits tersebut datang setelah mereka. Menyusul kemudian para ulama pensyarah hadits dan penulis kitab-kitab dalam berbagai disiplin ilmu,seperti syarah gharib hadits (syarah kata-kata asing dalam hadits), menjelaskan hadits shahih dan dha’if, nasikh dan mansukh, memecahkan beberapa permasalahan hadits dan lain sebagainya.

Semua itu selesai dirampungkan setelah zaman ke-4 Imam mazhab tersebut. Oleh karena itu sangat wajar bila orang-orang yang datang kemudian mengoreksi para imam dan alim ulama terdahulu.

Oleh sebab itu merupakan kesalahan fatal menganggap hukum-hukum yang telah diputuskan oleh para imam terdahulu tidak boleh diganggu gugat lagi dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Sama halnya merupakan kejahilan yang keji melarang orang-orang yang datang kemudian mengoreksi pendapat-pendapat imam-imam terdahulu. Karena ilmu laksana samudra yang luas tak bertepi. Bahkan ilmu akan terus menuju kesempurnaannya hari demi hari melalaui usaha dan kerja keras para ulama, yang mana orang-orang yang datang kemudian menyempurnakan dan membenahi apa yang telah dilakukan orang-orang terdahulu. Jika kita membatasi diri hanya mengambil dari ulama-ulama terdahulu saja tanpa melihat perkembangan terbaru, niscaya ilmu akan mati dan terkubur.

Itulah salah satu alasan kami memilih mengikuti Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albaani daripada ulama, mujtahid dan imam lainnya. Beliau sendiri telah mengambil pelajaran dari karya ulama-ulamatersebut. Beliau berhasil mengambil intisarinya sehingga pendapat beliau menjadi lebih tepat dan lebih benar. Meski seluruh keutamaan itu terpulang kepada ulama-ulama terdahulu yang telah menghidangkan kepada beliau intisari dari dalil-dalil dan penelitian-penelitian mereka. Semuanya telah disiapkan dan dimudahkan, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan. Perkataan kami ini benar dan terarah, sejumlah ulama juga menyatakan seperti ini. Mereka lebih mengedaepankan ilmu Asy Syafi’i dan mazhab beliau, karena beliau telah menelaah mazhab Malik dan Abu Hanifah. Dan beliau telah mengambil pelajaran dari kedua imam tersebut dan mengambil intisarinya. Maka mazhab beliau adalah yang terbaru dan terbaik. Bukan berarti ijtihad atau tahqiq Syaikh Al Albaani adalah kata putus yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena kema’shuman hanyalah milik Allah Subhanahu wa taala. Semua orang bisa diterima dan bisa ditolak perkataannya kecuali al Ma’shum Shalallahu alaihi wa sallam.

Muhammad Ied Abbasi

(Asy Syaibaani II/557)

Umar Abu Bakar

Judul :Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany dalam Kenangan,penerjemah Ustadz Abu Ihsan hal 185-188 ,penerbit At Tibyan

Read more ►
 

Copyright © Rene blog's Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger