Sabtu, 31 Mei 2014

Kisah Cinta Sejati Seorang Pria Baik Renungan Bagi Wanita

0 komentar
Di kesempatan kali ini lastbacklink.blogspot.com akan menyampaikan posting tentang Kisah Cinta Sejati Seorang Pria Baik Renungan Bagi Wanita. Semoga dengan berita Kisah Cinta Sejati Seorang Pria Baik Renungan Bagi Wanita akan menambah pengetahuan bagi anda pembaca setia lastbacklink.blogspot.com

Berita Aneh Tapi Nyata - Kali ini berbagi kisah menarik.. Ini admin share karena menurut admin kisah berikut benar-benar sangat menyentuh jiwa.. KISAH CINTA SEJATI SEORANG PRIA BAIK ya itulah judulnya.. Dan Wanita harus BACA kisah ini dan merenungkannya..


John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun

Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John.. Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih kekasihnya selama ini.Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka. Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar,seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica.

Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John. Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John. Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu.

Hari pertama pernikahan mereka. Jessica bangun siang. Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja. Namun John tetap tersenyum dan mengatakan,
Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor..

Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John. Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu. John tetap tersenyum dan berkata, Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan, Masakanmu sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya. Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, Tuhan. Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri.. Tapi tidak apa-apa,Tuhan.. Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam,Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku..

Tahun kedua pernikahan mereka, John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama.. Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri. Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman.. Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John.. Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, Jangan, John.. Aku malu.. John tersenyum dan berkata, Ya, aku mengerti.. Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.. Tuhan.. Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini.. Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat.. Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu.. Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive. Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan.

Tahun ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark. Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur. Jessica semakin sering menolak ciuman John. Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja.. Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul.. Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John.. Dan John tetap tersenyum..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.. Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini.. Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica.. Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur.. Tapi tidak apa-apa.. Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor.. Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan . Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan.. Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yang diminta istriku.. Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa.. Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya.. Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku.

Tahun keempat pernikahan mereka. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya.. Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba. Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya.. Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya.. Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini.. Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku.. Namun tahun ini aku tidak mendapatinya. Tapi tidak apa-apa.. Mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica.. Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor.. Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku
akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan.. Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini.. Lagipula, sepatuku begitu mengkilap.. Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi.. Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan.

Tahun kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang.. John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit . Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark.. Jessica melihat genangan air mata di mata John,namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John.

Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis.. Tuhan.. Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit.. Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan.. Tapi tidak apa-apa.. Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian.. Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku.

Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan.. Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku.. Tidak apa-apa,Tuhan.. Tidak apa-apa. Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali.. Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan..

Tahun keenam pernikahan mereka. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka.. Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..

Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru. Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, John, itu hanya kalung berlian biasa. Lagipula,aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap,John memanjatkan doanya.. Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku..
Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan.. Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor.. Tapi tidak apa-
apa.. Rebecca tentu lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku. Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku.. Hanya saja,jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. . Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku.

Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya.. Tahun ketujuh pernikahan mereka.. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor.. Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya.. Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya.. Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka..

Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor.. Ia mengalami pendarahan yang hebat yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..
Jessica begitu terguncang dan terpukul.. Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. . Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan.. Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya. . Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John.. Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri.. Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..

Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica.. Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya.. Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini.. Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri.. Jessica menangis menahan perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, Tuhan, ampuni aku
yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini.. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan.. Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai..

Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya.. Kamu keliatan begitu lelah, sayang.. Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir.. Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku. Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..

Maafkan aku, John..Maafkan aku.. I LOVE YOU..I really Love you.. Kaulah matahariku, John..Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. . Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi.. I LOVE YOU, John.. I LOVE YOU.

Renungkan!
Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan dan harga diri kita sendiri? Jangan sampai terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita. Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti John, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya. Yang menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani, bukan sebaliknya.
Ada baiknya sobat share cerita ini ke temen-temen agar menjadi bahan renungan bagi kita. Terima kasih.. 

Baca kisah yg lainnya; Kisah Cinta Mengharukan
Sumber : Kumpulan Puisi

Dapatkan berita terupdate dan unik setiap saat hanya di lastbacklink.blogspot.com
Homepage|http://lastbacklink.blogspot.com

Read more ►

Rabu, 12 Februari 2014

Mae Toi Kisah sedih yang menusuk kalbu

0 komentar


Pernahkan Anda Bertanya "Apakah Hidup Yang Bernilai Itu?" Dicerikan sebuah kisah, Toi nama seorang wanita miskin yang ditinggal oleh suaminya.

 Kemudian Kitty Ayah ibunya bercerai. Mack, dia menderita polio, dan  Toe, dia adalah seorang pencuri. Ketiga orang ini memiliki ibu yang sama yaitu Mae Toi. 
Dia yang merawat anak-anak tersebut, Mae Toi Menderita Kanker, dia tidak bisa hidup lebih dari 2 tahun tapi dia mengatakan "Sudah sangat Bersyukur" "Saya bisa melakukan banyak hal dalam 2 tahun" dia mengajarkan anak-anaknya bahwa hidup yang bernilai adalah bukan hidup kaya, bukan hidup untuk dihormati, juga bukan hidup yang lama. 
Tapi sebuah hidup untuk "Menjadi Orang Yang Bernilai"  dan "hidup yang menjadi orang lain jadi bernilai juga"

Silahkan saksikan Videonya langsung di bawah ini

Read more ►

Rabu, 25 Desember 2013

Allahu Rabbi Kisah Benar Balasan Serta Merta Oleh Allah

0 komentar


Allahu Rabbi - Kisah Benar Balasan Serta Merta Oleh Allah | Assalammu’alaikum kepada pembaca yang dirahmati Allah, anda digalakan membaca serta menghayati sepenuhnya cerita di bawah ini yang benar-benar berlaku di BUMI ISLAM sendiri iaitu Iskandariah, Mesir.

Semoga kisah dibawah ini cukup menyayat hati anda sehingga menyedarkan anda dari terus leka dengan permainan dunia yang melalaikan. Insyaallah....

Pada suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bas mini untuk menuju ke destinasi di wilayah Iskandariah.Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menjolok mata.Bajunya agak nipis dan seksi hampir terlihat segala yang patut disembunyikan bagi seorang perempuan daripada pandangan lelaki ajnabi atau mahramnya.

Gadis itu dalam lingkungan 20 tahun. Di dalam bas itu, ada seorang tua yang dipenuhi uban menegurnya: “Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki…. ” nasihat orang tua itu.

Namun, nasihat yang sangat bertetapan dengan tuntutan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan jawapan yang mengejek: “Siapalah kamu hai orang tua? Adakah kamu cuba nak ingatkan aku supaya menutup aurat sepenuhnya sedangkan bapa kandungku sendiri tidak pernah menasihatiku?Apakah kamu mahu aku berpakaian menutup aurat sedangkan aku masih mahu bebas menayangkan tubuh badan ku di khalayak ramai?Apakah di tangan kamu ada anak kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di syurga atau neraka?”

Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat menghiris perasaan orang tua itu, gadis itu tertawa mengejek panjang. Tidak cukup setakat itu, si gadis lantas cuba memberikan telefon bimbitnya kepada orang tua tadi sambil melafazkan kata-kata yang lebih dahsyat.

"Jika ISLAM itu BENAR, tempatkan bilikku di Neraka, Ambil handphone ku ini dan hubungilah Allah serta tolong tempahkan sebuah bilik di neraka jahanam untukku,” katanya lagi lantas ketawa berdekah-dekah tanpa mengetahui bahawa dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawapan daripada si gadis manis. Sayang sekali, wajahnya yang ayu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. Penumpang-penumpang yang lain turut terdiam malah ada yang menggelengkan kepala kebingungan. Semua yang di dalam bas tidak menghiraukan gadis muda yang tidak menghormati hukum-hakam agama itu dan mereka tidak mahu menasihatinya kerana khuatir dia akan akan menghina agama dengan lebih teruk lagi.

Sepuluh minit kemudian bas pun tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut celupar tersebut tertidur di muka pintu bas. Puas pemandu bas termasuk para penumpang yang lain mengejutkannya tapi gadis tersebut tidak sedarkan diri. Tiba tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui tuhannya dalam keadaan yang tidak disangka. Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana kelam kabut itu, tiba tiba tubuh gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang ramai segera berkejar untuk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah-olah dibakar api. Dua tiga orang yang cuba mengangkat mayat tersebut juga kehairanan kerana tangan mereka terasa panas dan hampir melecur sebaik saja menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keselamatan menguruskan mayat itu.

Begitulah kisah ngeri lagi menyayat hati yang menimpa gadis malang tersebut. Apakah hasratnya menempah sebuah bilik di neraka dimakbulkan Allah? Na’uzubillah, sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa di atas segala sesuatu. Sangat baik kita jadikan iktibar dan pelajaran dengan kisah benar ini sebagai Muslim sejati.

Jangan sesekali kita mempertikaikan hukum Allah mahupun sunnah RasulNya s.a.w. dengan mempersendakan atau mengejek. Kata kata seperti ajaran Islam tidak sesuai lagi dengan arus kemodenan dunia hari ini atau sembahyang tidak akan buat kita jadi kaya dan seumpamanya adalah kata-kata yang sangat biadab dan menghina Allah, pencipta seluruh alam.

Ingatlah teman, kita boleh melupakan kematian, tetapi kematian tetap akan terjadi kepada kita. Hanya masanya saja yang akan menentukan bila kita akan kembali ke alam barzakh. Janganlah menjadi orang yang bodoh, siapakah orang yang bodoh itu? Mereka itulah orang yang ingin melawan Tuhan Rabbul ‘alamin. Apabila anda enggan melaksanakan suruhan Tuhan bererti anda ingin melawan arahan Tuhan.

Sewaktu di sekolah anda tertakluk dengan undang-undang sekolah, dalam pekerjaan anda tertakluk dengan undang-undang yang dilakar oleh majikan anda, di dalam negeri anda tertakluk di bawah undang-undang negara anda. Begitu taksub sekali anda terhadap undang-undang itu sehingga terlalu prihatin takut kalau melanggar undang-undang tersebut .

Apabila anda berpijak di bumi ini, anda juga tertakluk dengan undang-undang yang telah di gubal oleh yang pemilik yang menjadikan bumi ini. SUMBER

Read more ►

Minggu, 22 Desember 2013

Kisah Benar Manusia menjadi monster

0 komentar

Kisah Benar - Sain Mumtaz, (22), yang tinggal di pinggiranLahore, Pakistan itu, sewaktu kecil didiagnosa mengidap sindrom Proteus, yang membuat beberapa bahagian tubuhnya terus menerus tumbuh menjadi besar. Walau sudah diterima di lingkungan tempat tinggalnya, Sain, kerap kali merasa terasing lantaran memiliki fisikal  berbeda dengan orang normal.

Namun berkat kasih dan sokongan semangat yang diberikan oleh teman-teman, dan anggota keluarganya, dia kini bertekad untuk keluar dari jurang dan merengkuh kehidupan. Kini dia sedang mencari pengubatan, yang dapat menguobati dirinya, sehingga dia boleh bertemu dengan wanita impiannya.

"Aku sudah seperti ini sejak lahir. Wajah, lengan, dan kaki, semua berbeda dalam ukuran yang berbeda dengan orang normal," katanya, seperti dikutip dari Dailymail, Jumaat (31/5/2012).
"Namun secara mental saya sudah mengerti dan paham atas kondisi ini, begitu juga orang-orang. Dulu orang melarikan diri dari saya. Tapi sekarang mereka memperlakukan saya secara normal dan duduk dan berbicara dengan saya ketika saya keluar. Mereka memanggil saya teman. Suatu hari saya berharap boleh sembuh dan bertemu seorang wanita yang mencintaiku," lanjutnya.

Sain tak pernah mengunjungi doktor sejakdia masih kecil, ketika dia diberitahu, tidak ada pengubatan yang dapat menyembuhkannya. Keluarganya, akan tetapi tidak menyerah, mereka berharap Sain hanya menderita gangguan pertumbuhan berlebih, dan dengan demikian maka akan ada pengubatan yang akan menyembuhkannya.

"Kami ingin menemukan apa yang salah dengan dia, dan apakah sesuatu yang mungkin dilakukan untuk memperbaiki hari-hari hidupnya. Dia memiliki harapan untuk masa depannya, suatu hari dia ingin menjalankan bisnes beca  dan menemukan seorang isteri," katanya.

 anehdidunia
Read more ►

Kamis, 19 Desember 2013

Kisah Benar Penyesalan Seorang Isteri

0 komentar
Salam semua,





Benarlah kata pepatah, terlajak perahu boleh di undur, terlajak perbuatan buruk padahnya. Kali ini dipaparkan kisah seorang ibu tunggal yang menyesal tak sudah dengan perbuatan menduakan suaminya. Lebih membuatkan dia berasa tertekan kerana dia tidak akan dapat kembali lagi ke pangkuan bekas suami yang masih disayangi kerana talak sudah tiga kali dilafazkan.

Ini kisah sedih hidup saya. Kesilapan yang terjadi adalah atas kesalahan sendiri. Saya berusia 26 tahun dan sudah bergelar ibu tunggal. Saya pernah berkahwin pada usia 19 tahun di sempadan Thai kerana keluarga tidak merestui cinta kami.

Suami hanya orang biasa, tiada pekerjaan tetap. Selepas berkahwin, kami hidup merantau dan hidup bahagia tetapi apabila ayah sakit, kami terpanggil untuk pulang ke kampung malah suami yang begitu beria-ia mengajak saya pulang.

Di kampung, kami menumpang rumah keluarga. Walau tidak kaya dan hidup senang tapi hati kami bahagia. Sehingga pernah terlintas di hati saya, biarlah saya pergi dulu berbanding suami yang baik hatinya.
Agungnya cinta saya padanya namun kerana kami kahwin tanpa restu keluarga, semuanya berjalan tidak lancar. Suami ditohmah malah keluarga sendiri yang menjaja kisah kami. Luluh hati saya mendengarnya, tiada sokongan, dihina kerana susah, tiada keluarga, sebatang kara, tiada harta, tidak tahu asal usul.

Namun saya masih pertahankannya walau pun kadang-kala bosan untuk mempertahankannya. Keluarga kata, saya dibomohkan suami. Malah mereka beranggapan saya boleh dapat lelaki lebih kaya, lebih baik dari sekarang. 8 tahun kami kahwin, hanya suku baik suami di mata keluarga selebihnya buruk dan jahatnya dijaja.
Dua tahun lalu, saya menyambung pengajian untuk mengubah masa depan. Bersama linangan air mata, saya tinggalkan suami kerana tidak pernah berpisah dengannya. Semasa belajar, dialah yang bersusah payah mencari wang perbelanjaan saya.

Saya cukup terharu dengan suami tapi bila pulang bercuti, ada saja berita yang kurang enak, suami ada perempuan, suami suka berjalan, suami tidak balik waktu Maghrib, tak beri belanja dapur, suami baik depan saya sahaja dan bermacam cerita. Tetapi saya masih tetap kuat. Saya tahu keluarga memang mahu meruntuhkan cinta kami. Mereka masih dengan kepercayaan kolot, suami bomohkan saya. Entahlah, saya pun tak faham.

Orang kampung juga suka menghasut. Pendek kata, hubungan kami tidak disenangi semua orang. Suatu malam, saya diuji Allah. Dalam perjalanan pulang bekerja, saya disapa
seorang lelaki, agak berumur, pegawai kerajaan dan kami mula berkenalan. Kami menukar nombor telefon.

Kali pertama jumpa, saya nampak dia matang, baik dan beriman. Kami berhubungan bila berjauhan dari suami. Kami keluar bersama-sama dan saya mula melupakan suami. Saya benar-benar bahagia dengannya.
Habis pengajian, saya jadi sasau, rindu dendam kepadanya dan kami selalu bermesej. Dia begitu mengambil berat soal tentang saya hingga saya melupakan suami malah terfikir untuk berpisah dengannya.

Suatu hari kami membuat temu janji. Pada suami, saya katakan ada hal kolej tetapi kami tidur di hotel. Hinggalah kami terlanjur. Suami tiba-tiba menelefon dan menguji saya sambil berkata, akan jatuh talak satu jika saya curang kepadanya.

Sekali lagi dengan linangan air mata, saya mengakui hal ini dan saya meminta maaf dari suami. Kami rujuk kembali namun kekasih masih terus menggoda hingga tidak mampu menahannya. Ketika itu, saya benci akan suami dan mahu berpisah dengannya.

Kekasih berjanji bermacam-macam. Hilang kasih agung pada suami. Saya ceritakan pada keluarga dan mereka menyokong saya memilih kekasih baru dan melupakan suami. Suatu hari, suami tinggal kan saya, saat itu saya mula insaf tetapi saya masih merujuk masalah pada kekasih.

Keluarga pula masih buruk-burukkan suami, saat itu saya jadi benci, sakit hati dan terus hubunginya meminta cerai. Saya paksa dia lafazkan cerai. Tercabar, suami lepaskan talak dua dan bila mendengar kata-katanya, saya terus meraung.

Saya jalani perasaan ini dengan penyesalan. Saya mahu rujuk ke mahkamah tetapi perkahwinan kami tidak didaftarkan di Malaysia. Kami sudah merujuk mana-mana pihak dan semuanya mengatakan talak kami sudah tiga dan tidak boleh rujuk lagi.

Hati masih sayang dan kami sama-sama gila talak. Saya sepi hidup tanpanya dan kekasih saya masih beri harapan. Bagi menghilangkan rasa hati, saya teruskan hubungan dengan kekasih.

Namun bahagia tidak ke mana, bila minta bantuan kewangan darinya, dia mengelak dengan berbagai alasan. Bila bersama keluarga, kekasih bagaikan malaikat tetapi bila kami bersama, dia bagaikan syaitan.
Kini baru saya sedar, dia bukan lelaki yang baik. Orang yang saya jangka akan dapat bahagiakan rupanya hanya mahukan tubuh saja. Kini dia sudah lama menghilang. Rumah tangga saya diruntuhkan dan kini dia berdiam diri.

Ketika ini saya menjalani kehidupan dengan seribu penyesalan, tidak terampun dosa pada suami dan sering merinduinya tetapi kami tidak boleh rujuk lagi. Kini saya benar-benar menyesal.[sumber]
Read more ►

Minggu, 01 Desember 2013

Kisah Mistis di Balik Bis Sumber Kencono

0 komentar
Bus ini memang cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian Timur. Armada bus ini terkenal karena kebiasaan ugal-ugalannya. Selain itu, angka kecelakaannya juga termasuk tinggi. Tak heran nama Sumber Kencono ini sering dipelesetkan oleh masyarakat menjadi “Sumber Bencono” alias “sumber bencana”. Bahkan, suatu ketika bus ini pernah dibakar di Ngawi oleh massa karena menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas. Mungkin karena ingin mengubah image, nama armada ini akhirnya diganti menjadi seperti itu (Sumber Selamat). Ini ada salah satu kisah nyata cerita mistis teman...

"Boleh percaya boleh gak"

Dingin, aku merapatkan jaketku. Entah sudah berapa batang rokok yang kuhabiskan menunggu bis sialan ini. Kulihat jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 12 malam. Mataku sampai bosan melihat ke arah jembatan layang Janti. Sudah hampir dua jam aku menunggu di sini, bener-bener brengsek, tak satupun bis yang mau berhenti. Mana sendirian pula, jadi agak-agak merinding, campuran antara takut ada preman kesasar sama aroma mistis malem Jumat Kliwon yang dikenal orang Jawa sebagai malam keramat.

Dari arah barat kulihat sepeda motor melambat, nampaknya dia mau nunggu bis juga. Yang dibonceng seorang pemuda gondrong dengan jaket bergambar lambang salah satu perguruan tinggi di ringroad utara, dia turun sambil melepaskan helmnya.

"Ati-ati dab!" Si pengendara motor muter balik sambil melambaikan tangannya.

Lumayan, ada barengan di sini, minimal kalo sampe ada yang mau malak bisa kabur ke arah berlainan biar premannya bingung mau ngejar yang mana.

Ndak usah ketawa, aku males berantem sama orang ndak mikir masa depan macem preman jalanan, sedikit trauma juga gara-gara dulu waktu ribut sama preman mereka seenaknya ngeluarin pisau. Lha siapapun yang kena kan pasti berurusan sama polisi, dia mungkin mikirnya masuk tahanan ndak masalah, bisa makan gratis. Kalo aku? Bisa digebuki bapakku!

"Mau pulang ke mana Mas?" Sapaku mencoba beramah tamah.

Blah! Sombong sekali mas satu ini, berapa kali aku menyapa tak sekalipun dia menjawab, pura-pura gak denger, sok-sok sibuk ngliat arah datangnya bis di arah jembatan layang. Ini mungkin yang pernah dibilang Simbah di kampung, wong Jowo ilang Jowone, sudah ndak tau tata krama.

Untunglah tak berapa lama kemudian bisnya datang, Sumber Kencono, bis legendaris jurusan Jogja-Surabaya, dan kali ini bisnya mau berhenti. Si Mas gondrong naik duluan, eh lha kok aku baru naik satu kaki si bisnya udah jalan lagi, bener-bener gak sopan! Tapi mungkin memang sudah jadi kebiasaan, karena jadwal keberangkatan antar bis yang kadang cuma selisih 5 menit membuat mereka ndak bisa berhenti lama-lama, kuatir mepet sama yang belakang.

Tumben baru sampe Janti saja bisnya sudah penuh, ada satu dua kursi yang kapasitasnya tiga orang baru ditempati dua orang tapi penumpang yang di situ gak ada yang menawarkan tempat duduk padaku. Lebih tepatnya mereka gak bereaksi apapun saat aku permisi mau duduk. Blah! Makin lama makin keterlaluan orang-orang ini, terbiasa hidup sendiri-sendiri mungkin, sudah hilang segala macam ramah tamah yang konon dulu pernah jadi salah satu ciri orang sini.

Untung ada tiga kursi kosong di bangku paling belakang, tak perlu permisi, lega juga, bisa naikin kaki, mungkin sambil klebas-klebus ngrokok untuk mengusir bosan nanti. Peduli setan sama orang-orang bakal terganggu atau tidak, wong mereka disapa gak menyahut, harusnya diganggu juga gak protes! Sekarang yang penting merem dulu, kompensasi dari berdiri hampir dua jam waktu nunggu bis tadi.

Bis sudah melaju sampai daerah Kalasan, biasanya di sini kondektur sudah narik bayaran dari semua penumpang, tapi heran, kok dari tadi gak ada yang njawil padahal duit sudah aku siapkan. Terserah lah, kalo nanti gak mbayar ya malah bersukur tho.

Tunggu dulu, sunyi waktu naik bis di malam hari sudah biasa, tapi sepertinya yang sekarang ini terlalu sunyi. Mungkin ada satu dua celoteh pelan terdengar, tapi kenapa dari tadi ekspresi orang-orang ini terlalu datar? Lebih tepatnya gak ada ekspresi yang tergambar di wajah. Bahkan orang di sebelahku pun seperti gak merasakan kehadiranku.

Aku jadi sedikit merinding, dulu mbakyuku pernah bilang, kalo malem jangan nunggu bis dari janti, lebih baik dari terminal saja karena konon ada bis hantu yang suka ngambil penumpang di situ.

Bis hantu?
Iya, bis hantu. Selentingan kabar mengatakan bis ini mengalami kecelakaan parah dan semua penumpangnya tewas, waktu kita naik itu semua penumpangnya berwajah pucat dan tidak menghiraukan kehadiran kita. Konon kalo naik bis itu dari Jogja bisa sampai ke Surabaya dalam waktu gak sampai tiga jam, tapi kalo lagi gak beruntung bisa juga gak sampai Surabaya, kita malah dibawa ke alam antah-berantah. Lebih celaka lagi katanya bis hantu itu Sumber Kencono yang memang terkenal suka kebut-kebutan.

"Mas, Sampeyan mau turun mana?" Aku mencoba menyapa penumpang di sebelah, sekaligus mengusir rasa penasaran, masa iya ada bis hantu.

Dia gak menjawab, lebih tepatnya bereaksi seperti semua orang yang dari tadi kusapa, gak ada ekspresi. Ini mulai menakutkan. Kucoba menepuk bahunya agar dia menanggapi sapaanku. Sial! Tanganku menembus bahunya! Dia tidak nyata, dia bukan manusia!

"Pak! Kiri pak! Saya turun sini!" Teriakku panik, tapi mereka tetap dingin tanpa ekspresi.

Sialan! Mungkinkah aku akan terbawa ke alam gaib seperti yang orang-orang pernah ceritakan? Bulu kudukku merinding, badanku terasa dingin. Tapi percuma panik sekarang, aku mencoba mengingat doa-doa yang diajarkan Simbah dulu, sial, lupa semua!

Hampir tanpa sadar, aku meraih sebatang rokok, kunyalakan perlahan dan kuhisap dalam-dalam untuk mengusir tegang.

"Cak, kok bisnya bau kemenyan?" Penumpang di sebelahku mendadak menutup hidung, menatap lurus seakan menembusku dan bertanya pada kenek yang berdiri di pintu belakang.

"Gak papa Mas, kadang memang suka tercium bau kemenyan. Katanya dulu di Janti situ pernah ada penumpang lagi nunggu bis meninggal ditusuk waktu ribut sama preman, kalo malem Jumat Kliwon kayak sekarang ini katanya dia suka ikut naik bis. Kasian, mungkin matinya gak tenang."
Aku termangu, dan bis terus melaju...[http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=193446]
Read more ►
 

Copyright © Rene blog's Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger